Arsip untuk Juli, 2009

Meredesain Konstitusi & UUD 1945 : Kekosongan Politik Hukum Makro

Posted in MEREDESAIN KONSTITUSI with tags , , , , , , , on 28 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

MEREDESAN KONSTITUSI

&

UNDANG-UNDANG DASAR 1945:

KEKOSONGAN POLITIK HUKUM MAKRO

 image005        image006

 DUA cover buku Soetanto Soepiadhy: “Meredesain Konstitusi” dan “Undang-Undang Dasar 1945: Kekosongan Politik Hukum makro”

Seperti diketahui perubahan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan selama empat kali, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002. Akan tetapi setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat selesai melakukan perubahan terhadap UUD 1945, timbul berbagai reaksi dalam masyarakat. Banyak yang tidak puas terhadap perubahan yang dilakukan oleh MPR. Berbagai tanggapan muncul, baik yang bersifat praktik, maupun yang bersifat teoritik. Baca lebih lanjut

Medesain Konstitusi

Posted in MEREDESAIN KONSTITUSI with tags , , , , , , on 28 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

GITA PATRIA, Edisi Maret 2005

 Meredesain Konstitusi

 

image014 

UNDANG-Undang Dasar yang kita miliki sekarang, yaitu UUD 1945 ternyata mempunyai banyak kelemahan, meski sudah beberapa kali diamandemen. Amandemen pertama tahun 1999, kedua tahun 2000, ketiga 2001, dan keempat 2002.

Soetanto Soepiadhy, Pakar Hukum Tata Negara yang juga Dosen Pascasarjana Unnar Surabaya, mengatakan tidak setuju dengan amandemen yang dilakukan, karena beberapa kali amandemen UUD 1945 secara substansi serta prosedur dan proses tidak sesuai dengan sistem ketatanegaraan. Baca lebih lanjut

Soetanto Soepiadhy Luncurkan buku “Meredesain Konstitusi”

Posted in MEREDESAIN KONSTITUSI with tags , , on 28 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

SIGAP, Edisi 1-7 November 2004

 

Soetanto Soepiadhy

Luncukan Buku ‘Meredesain Konstitusi”

 image002

 UNDANG-UNDANG Dasar negara kita, UUD 1945 telah mengalami empat kali perubahan. Meskipun diamandemen beberapa kali tetap tidak mempunyai landasan sistem ketatanegaraan, baik secara prosedur dan proses maupun substansi atau materi muatannya. Baca lebih lanjut

Bikin Buku, Jawab Tantangan

Posted in MEREDESAIN KONSTITUSI with tags , , , , , on 28 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

Jawa Pos, Selasa 2 November 2004

Bikin Buku, Jawab Tantangan

 image012

MEMBUAT buku, hanya butuh satu hal. “Harus punya ide,” tegas Soetanto Soepiadhy, pakar hukum tata negara Unnar Surabaya. Ide itu pula yang membuat pria 50 tahun ini berani meluncurkan dua buku sekaligus, Meredesain Konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945: Kekosongan Politik Hukum Makro. Baca lebih lanjut

Redesain UUD 1945

Posted in MEREDESAIN KONSTITUSI with tags , , , on 28 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

RADAR SURABAYA, RABU, 27 OKTOBER 2004

Redesain UUD 1945

  image008

DARI kiri ke kanan: Eep Saefulloh Fatah; WS. Rendra; Soetanto Soepiadhy; Prof. Dr. Sri Soemantri, SH.; Teten Masduki; dan Sandrina Malakiano.

KETERPURUKAN bangsa Indonesia selama hampir 59 tahun ini, bisa jadi, karena warga bangsa ini terlalu mensakralkan isi UUD 1945. Padahal, sebagai sebuah produk hukum yang notabene buatan manusia, UUD 1945 itu tak lepas dari kekurangan, bahkan cacat hukum. Negara sekuat Amerika Serikat saja, sedikitnya 27 kali meredesain konstitusi negaranya. Hasilnya, negara yang dijuluki superpower itu terbukti menjadi negara maju. Sedangkan di Indonesia, konstitusi negara kita itu, baru empat kali diamandemen, itu pun semuanya tidak demokratis. Baca lebih lanjut

Soerabaia 45 Film Remaja Tempoe Dulu

Posted in SOERABAIA 45 with tags , on 23 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

LIBERTY 1738, 16-30 November 1990

 FILM SOERABAIA 45  Film Remaja Tempo Doeloe

image033 PERUNDINGAN para tokoh. Dari kiri: Roeslan Abdoelgani; Residen Soedirman; Doel Arnowo; dan Dokter Moestopo (Soetanto Soepiadhy).

 Cerita dibangun sejak Republik Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 melalui telegrap yang diterima Kantor Domei Soerabaia pada dini hari hingga Soerabaia dibumihanguskan, yang terkenal dengan Peristiwa 10 November 1945.

 208 Scene (Adekan) yang ditulis oleh Gatut Kusumo tidak semuanya dapat diangkat ke layar perak. Gunting Janis Badar harus memilah dan memilih untuk memenuhi rentang waktu 115 menit. Itu pun sebetulnya masih terlalu panjang. Biasanya film lain hanya membutuhkan waktu 90 sampai dengan 100 menit. Bisa juga dipaksakan lebih, namun mempunyai resiko tinggi pada peredaran. Kalau ada gedung bioskop yang menyunting sendiri akan lebih fatal akibatnya.

Baca lebih lanjut

Perfilman Jawa Timur Bangkit

Posted in SOERABAIA 45 with tags , on 23 Juli 2009 by Soetanto Soepiadhy

CMI, 22-28 AGUSTUS 1990

“SOERABAIA 45” DIKEBUT,

PERFILMAN JAWA TIMUR  BANGKIT

 image026

 

 SURABAYA : Sebuah kota yang tiga kali berturut-turut meraih Adipura, supremasi keberhasilan untuk kategori kota raya berpenduduk 1 juta jiwa ke atas, melahirkan tiga buah film dengan waktu yang berurutan, barangkali catatan untuk prestasi khusus. Selama ini industri film selalu digeber orang-orang Jakarta. Kini Surabaya bangkit, apalagi bagi film “Soerabaia 45” yang konon dibiayai dengan dana sebesar Rp. 2 miliar, setidaknya ancaman buat ajang FFI (Festival Film Indonesia) tahun ini. Oleh sebab itu, film yang didalangi oleh Imam Tantowi ini, terus dikebut shooting-nya, yang konon kata Soetanto Soepiadhy, SH., pemeran tokoh Dokter Moestopo pada film ini, tinggal 90% pembuatannya. Baca lebih lanjut